Laman

Kamis, 15 Februari 2018

med-sos addict.


Semakin lama hampir semua aplikasi media sosial mengupdate fiturnya. Selain untuk memudahkan penggunanya, juga tentu saja untuk bersaing dengan aplikasi-aplikasi lain. Aku adalah pengguna media sosial aktif, antara lain Instagram, Twitter, Facebook, Blogger, Line, WhatsApp, LinkedIn, Soundcloud dan Google+. Lumayan banyak aplikasi yang aku gunakan, walaupun handphone murahan yang kapasitas storagenya pas-pasan, yang sering kali harus clear data beberapa aplikasi untuk meringankan kerja ROM handphone yang sangat ringkih, yang makin hari makin lemot dan dikit-dikit hang. Tanda-tanda minta segera diganti nih #nyanyiankode.

Jadi edisi kali ini, aku ingin bercerita alasanku, kenapa tetap bertahan menggunakan aplikasi media sosial sebanyak itu.


Minggu, 11 Februari 2018

aku dan obsesiku.


Tolong dong, aku minta penjelasan yang scientific, kenapa sekarang aku menjadi semakin hobi melihat crane tower?


Pertanyaan itulah yang kemudian, tiba-tiba membuatku ingin menulis ini. Suddenly, I wanna talk about obsession.


Sebenernya, pingin banget ngelanjutin cerita tentang 1 bulan melelahkan yang seru di Jabodetabek, tapi ternyata melanjutkan cerita tentang itu bukanlah merupakan suatu hal yang mendesak. Karena pada kenyataannya, sepulang dari sana, aku kembali dihadapkan pada rutinitas ngelab, yang walaupun SKS sudah habis, tapi sekarang aku dibebani laporan kegiatan KL, draf seminar kelas dan tentu saja gongnya adalah skripsi. Aku terbebani oleh target yang aku buat sendiri dan semakin terbebani karena melihat teman-teman seperjuanganku sudah banyak yang menyandang gelar sarjana. Well, “aku kapan?”, pertanyaan itulah yang selalu dan terus menerus aku tanyakan tanpa tahu apa jawabannya.

Senin, 01 Januari 2018

Lost in Jabodetabek (Part 01): Permulaan


Dalam rangka untuk menyelesaikan studi di tingkatan Strata-1, maka aku diwajibkan untuk menuntaskan mata kuliah Kerja Praktek/Kerja Lapangan dengan bobot 2/0 SKS. Karena pemilihan lokasi KKN kemaren aku sudah memilih wilayah luar jawa, yaitu di wilayah Sumatera Kepulauan, tepatnya di Kepulauan Bangka Belitung, maka aku menginginkan lokasi KL/KP ini tidak terlalu jauh dari kampung halamanku. Yah. Rencana hanya berakhir sebagai rencana. Setelah mengirimkan surat permohonan perijinan KL ke entah berapa puluh perusahaan via email, akhirnya diterimalah aku di sebuah perusahaan pengolahan air di Tangerang, Banten. Cukup jauh dari niatan KL di sekitar Jawa Timur. Yasudah, daripada makin ribet dengan mencari dan menunggu konfirmasi dari perusahaan yang tidak jelas kapan memberikan kepastian, aku sih lebih memilih yang sudah pasti diterima, ya. Harapannya sih biar KL cepet dimulai, cepet selesai dan bisa fokus penelitian di lab dengan tenang.

So here I am.
Berdua sama Fakhri, menantang kerasnya kehidupan di Jabodetabek.

Selasa, 05 Desember 2017

what if?



yap. takdir, katanya.


kadang bertanya-tanya kenapa dulu aku begitu yakin memilih mikrobiologi walaupun hasrat dan impian sejak kecil jadi arsitek. kenapa dulu hanya memilih mikrobiologi tanpa sekalipun terpikir untuk berani mengambil resiko mencoba teknik arsitektur.





jadi, mari kita bermain-main dengan "what if".







Senin, 16 Oktober 2017

j-a-r-a-k

Jarak

Jarak bisa berarti banyak hal. Menjauhkan yang dekat. Mendekatkan yang jauh. Mendekatkan yang dekat. Atau bahkan menjauhkan yang sudah terlanjur jauh. It’s depending on your own “kebijaksanaan” dalam menghadapinya. It must be handle with care.


Berapa banyak penulis yang menceritakan betapa mengerikannya jarak. Berapa banyak komposer yang mendendangkan betapa menyedihkannya terpisah jarak.
How powerful distance is. And its beyond your imagination.


Rabu, 11 Oktober 2017

Definisi Merindu - KKN : Memories Last Forever (Part 03.)


"kau adalah puisi hati, di kala rindu tak bertepi..."


Oktober, 2017.

KKN sudah berakhir berbulan-bulan yang lalu.

Semua laporan, borang kegiatan, pertanggung-jawaban, semua sudah tuntas. Pun bahkan nilai KKN sudah terpampang cantik di portal akademik mahasiswa. Euforia KKN sudah berakhir. Seberapa keras aku berusaha untuk me-maintain kehangatan itu. Serba-serbi KKN-PPM UGM Periode Antar Semester 2017 telah benar-benar usai. Topik perbincangan pun sudah mulai berganti dengan hal-hal lain yang lebih diprioritaskan. Tapi kenapa aku masih saja stuck di dalam memori dua bulan KKN? Ketika semua sudah mulai bergerak dan memulai kehidupannya seperti biasa, kenapa aku masih bangun tidur dengan perasaan hampa seolah jiwaku masih tertinggal di dalam kenangan dua bulan itu? 


Ketika ditanya, hal apa yang paling berkesan di momen 2 bulan KKN?
Sedetik aku terhenyak kebingungan, hmmmm apa ya?

Minggu, 20 Agustus 2017

KKN : Memories Last Forever (Part 02.)


Karenanya kita dipaksa bersama, karenanya pula kita dipaksa berpisah. Namun tak ada satupun yang memaksa kita saling melupa..
-Meikel Andreyan Ginting a.k.a Kimi. Kormasit Sub Unit 04.

            Setelah diadakan penyambutan sederhana oleh Kepala Desa dan Perangkatnya, serta beberapa tokoh masyarakat di Balai Desa, kami diarahkan untuk menuju salah satu rumah yang kebetulan sedang melaksanakan doa bersama mengenang meninggalnya salah satu anggota keluarganya. Agak sedikit kikuk. Terutama karena kami menjadi pusat perhatian semua orang. Hujan rintik-rintik menjadi semakin deras. Sehingga walaupun acara telah usai, kami masih harus tetap ada disana menunggu hujan reda agar dapat kembali ke balai desa. Hujan disini sangat deras, tapi entah kenapa sinar matahari masih tidak mau mengalah juga.
Karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk kembali ke Balai Desa, maka akhirnya pengarahan oleh Bapak Arif, selaku Dosen Pembimbing Lapangan unit BBL-03 dilakukan di rumah itu. Walaupun unit kami dibagi menjadi empat sub unit, akan tetapi untuk hari ini saja, dengan mempertimbangkan banyak hal, kami dibedakan ke dalam dua pondokan, laki-laki sendiri dan perempuan sendiri, yang kemudian keesokan harinya barulah kami dibagi berdasarkan wilayah kerja masing-masing.

Jumat, 18 Agustus 2017

KKN : Memories Last Forever (Part 01.)



Sebagai intro, mungkin untuk yang agak awam sama istilah KKN-PPM UGM, maka aku akan berbaik hati dengan berbagi sedikit info mengenai KKN-PPM UGM itu seperti apa. KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat) adalah salah satu mata kuliah wajib yang ditawarkan oleh Universitas Gadjah Mada, yang merupakan prasyarat untuk lulus bagi mahasiswa program D4 dan S1. KKN-PPM UGM adalah salah satu pembelajaran bagi mahasiswa dan sebagai bentuk nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. KKN-PPM UGM dibawah komando dan pengawasan langsung dari LPPM UGM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) bagian Sub Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat terjun langsung ke masyarakat, untuk belajar bersosialisasi dan membantu memberikan penyelesaian atas permasalahan yang dihadapi masyarakat sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing, serta menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di kelas pada kehidupan nyata. Dengan kata lain, mahasiswa akan dituntut untuk dapat menjadi agen perubahan bagi masyarakat.