Kamis, 02 Juni 2011

TENTANG RASA

mungkin butuh kursus merangkai kata, untuk bicara dan aku benci harus jujur padamu, tentang semua ini.. Seandainya dia membaca ini. Seandainya dia tau, bahwa dia yang menjadi subyek utamaku dalam menulis cerita ini. Bahwa ini adalah semua perasaanku tentangnya. Tanpa ada yang ditutup-tutupi. Karena di akhir hari-hari kebersamaan kita di masa putih biru, aku ingin mengungkapkan apa yang belum terungkapkan. Aku ingin mengatakan apa yang belum terkatakan, tentang dirinya.. We'll all be going seperate ways. Say everything you didn't say..


Kau lewat di depan kelasku. Mata ini tertuju kepada dirimu. Dan ternyata matamu tertuju padaku. Aku malu, bingung, salting, oh Tuhan. Jantungku berdetak, berdetak dengan kencang.. aku melihatnya berjalan ke arahku. Ya, dia ada di depanku. Aku ingin sekali memanggil namanya. tapi, hm, aku tak mampu melakukannya. Lidah ini kelu. Aku ingin tersenyum kepadanya. Otot-otot wajah ini rasanya kaku. Seakan sudah lama tidak tersenyum. Getar-getar kepanikan yang sudah aku kenal mulai menggangguku sekarang dan sulit bagiku untuk berkonsentrasi pada apa yang sedang aku lakukan. Apalagi setelah aku tau, kalau dia bersama teman-teman satu kroninya akan bersiap untuk meninggalkan area sekolah. What if I give you my smile? Are you gonna stay for a while?


Ketika kau lewati bumi tempat ku berdiri. Kedua mata ini tak berkedip menatapi. Pesona indah wajahmu mampu mengalihkan duniaku. tak henti membayangkanmu.. aku stuck melihatnya. Dan ketika dia mulai melangkah menjauh. Tapi kenapa? ada suara lain yang terbangun di bagian belakang otakku. Kenapa kau tak mencegahnya pergi?  Aku hanya bisa disini saja, melihatnya menyusuri jalanan itu.. Ingin kumaki diriku sendiri, yang tak berkutik di depanmu...

Aku pikir, sakti sekali dia. Maksutku, dia mampu menyusup dalam celah-celah sempit lubuk hatiku pada saat-saat yang tak terduga. Hm. Kalau aja aku mampu, kalau aja aku sanggup, membuang semua pikiranku tentangnya. Semua khayalanku tentangnya. Hm. Tapi sayangnya, dia telah menjadi bagian terpenting dalam hidupku dan aku tak bisa memungkirinya. Mungkin kau takkan pernah tahu. Betapa mudahnya kau untuk di kagumi. Mungkin kau takkan pernah sadar betapa mudahnya kau untuk di cintai... :D