Rabu, 29 Februari 2012


AKU SAYANG KAMU. KAMU DIMANA? AKU BUTUH KAMU :(


Senyap.
Aku memandang gelas kosong yang hanya berisikan separuh. Separuh berisikan lugu tawa yang kau catatkan pada tiap lembaran hari hariku, sisanya lagi hanya sapa hampa bagiku. Kehampaan yang luar biasa menyakitkan. Seperti sang rembulan tanpa ditemani bintang-bintang malam. Seperti kegelapan tanpa torehan cahaya..

Tau kenapa aku selalu nggak rela saat sahabatku punya pacar? Itu karena aku nggak mau jadi nomer dua di hati dan pikiran mereka. Aku nggak mau.. nggak relaa.. Tau apa yang paling aku benci dari dunia baruku ini? Aku benci saat saat kehadiranku mulai terabaikan, saat saat keberadaanku mulai terlupakan oleh kehadiran kawan baru.. aku egois. Maaf :(

Kamu sibuk, tak mau diganggu. Itulah sebab kenapa aku memutuskan mencari mereka, teman teman yang baru aku kenal. aku tak mau duduk diam menunggumu. Menunggumu menyisihkan sedikit waktumu untuk mendengar ceritaku. Kamu memang benar, jikalau aku ini  sangat membutuhkan seseorang yang mampu selalu ada untukku, bukan seseorang yang jauh bahkan tak pernah punya waktu untukku :) dan sepertinya lambat laun kamu makin tak terlihat. Jauuuh sekali. Asing. Aku tak mampu merasakanmu ada di sampingku lagi.

lalu kenapa justru mereka yang saat ini ada di sampingku saat ini? Kamu dimana? Kenapa justru mereka yang merengkuhku dalam peluk hangat mereka? Kamu dimana? Kenapa justru mereka yang siap mendengarkan keluh kesahku? Kenapa justru mereka yang mau berbagi kebahagiaan denganku? Kamu dimana? Kenapa justru mereka yang menghapus duka tetes air mataku? Kamu dimana? KAMU DIMANA?

Kamu hilang

Katanya, sahabat itu akan selalu ada buat sahabatnya. Tapi mana buktinya? Okelah fine, aku menyadari sepenuhnya, kalo kamu itu sibuk :) sibuk ini sibuk itu :) kamu sibuk ngurusi hal hal penting dan tak akan sempat menengok hal hal yang tidak penting seperti aku ini haha. hm  maaf deh, aku bukan temen yang baik.
aku gak bisa ngasih saran solusi, aku bisanya cuma bikin suasana geje karena ketawa ketawa nggak jelas. tidak menyelesaikan masalah kan? hahaha. kamu kan punya buaaanyak temen yang jauuuh lebih pengertian dibanding aku :)

jadi maklumlah, aku paham .

atau mungkin aku harus belajar menjalani hari hari tanpa selalu bergantung kepadamu lagi? dan mulai mencari mereka yang mungkin bisa menggantikan kehadiranmu untuk menguatkan kerapuhanku?

aku sudah SMA, harusnya aku mampu menyelesaikan masalahku sendiri tanpa harus merengek rengek kepadamu lagi. tapi nyatanya aku belum mampu. umurku sudah 15 tahun. tapi aku belum siap menapaki dunia ini tanpa secercah semangat yang selalu kau torehkan.. seperti bunga matahari yang selalu terpaut akan matahari..

Dan mengapa tak ada satupun yang paham? Aku sayang kamu. kamu dimana sekarang? Aku butuh kamu.. :(

Minggu, 26 Februari 2012

UKT 2012

Aku baru gabung MP sekitar 3 bulanan, eh tiba tiba, mas Ahmad, pelatih MP kolat smasa ngumumin aku kalo akhir februari ada ujian kenaikan tingkat. WHAT? Tentu aja aku yang paling kaget. Aku masih baru. Masih belom hafal tendangan ini tendangan itu, tangkisan ini tangkisan itu, masih belom bener bener kuat fisiknya, masih ogah ogahan latiannya, eh tiba tiba ada UKT. APA APAAN INI!

Akhirnya galau lah aku..
“kak, ikut UKT?”
“iyalah dek, udah 6 bulan aku jadi CA, masak mau jadi CA terus terusan?”
“tapi aku kan masih baru..”
“ikut wes, ada aku”
“aku belom tau apa apa soal MP kak”
“nanti ada latian intensifnya”
“kalo aku nggak lulus gimana?”
“ya ngulang lagi taun depan, simpel kan?”
“puh”
“ha ha ha bercanda dek, ikut wes, nambah pengalaman, seru kok, katanya sampe nginep nginep gitu”
“nanti aku malu maluin smasa?”
“nggaaaak, serius, enggak enggak”
“jadi, ikut nih?”
“HARUS”

Dan ya, akhirnya aku memutuskan untuk ikut UKT. Ada kakak, aman. Selebaran pemberitahuan UKT MP dibagikan sama mbak nastitie sebagai ketum kolat smasa. Aku dapet selebarannya dari tintin. Aku membaca lembar pertamanya, biasa aja. Tapi begitu ngebuka lembar kedua, aku kaget. SALAH KETIK NIH KAYAKNYA. Masa’ sasarannya matahin beton sama tegel 3 lapis? Apa apaan ini!

“kaaaak, aku takut UKTnya”
“kenapa dek?”
“liat sasarannya? Matahin apa aja ini kak”
“mek gitu aja”
“MEK GITU? Kalo aku nggak ada yang patah gimana?”
“ya nggak lulus”
“.......”
“nggak nggak, anak smasa biasanya lulus semua kok”
“........”
“udah dek, mukaknya nggak usah manyun gitu”

Dengan berusaha menguatkan hati, aku isi formulir UKT dan membayar 100ribu, dengan rincian 60ribu untuk pendaftaran UKT dan 40ribu untuk tunggakan iuran MP selama 4 bulan. Sebenernya sama nambah uang seragam 100ribu, tapi aku nggak mau mbayar dulu, takut takutnya aku nggak lulus tapi aku udah kadung beli seragam, kan gak lucu -_-

Formulir UKT sudah aku isi, sudah dapet tanda tangan orang tua, meskipun sempet cekcok gara gara nggak diijinin. Jadi, aku nggak boleh mengecewakan. 100ribu itu nggak sedikit, aku nggak boleh buang buang uang itu cuma gara gara aku nggak lulus UKT. So, aku rajin dateng latian, terutama waktu latian intensif. Berusaha nginget inget tiap gerakan serangan, tangkisan, yah walaupun ingatanku pas pasan dan gampang lupa, yang jelas kan aku udah berusaha..

Menghitung hari menuju hari ujian kenaikan tingkat..
kurang 14 hari... (masih lamaa..)
kurang 7 hari.. (masih seminggu, lamaaa..)
6 hari.. (oh Tuhan, kuatkan aku..)
5 hari.. (semangat semangat!)
3 hari.. (aku dredeg.. ya Allaaah..)
2 hari... (tidak tidak, kenapa jadi secepet ini...)
1 hari.. (UKTnya lusa? bunuh akuu...bunuh akuuu!)

25 Februari 2012
Pelajarannya berat semua. Kimia... matematika.. sosiologi.. padahal siangnya aku UKT -.-
Suasana makin mencekam, langit mendung, petir menyambar *hawanya UKT*

14.30 WIB
23 anak sama panitia UKT dari smasa berangkat rombongan menuju Sport Hall UNEJ. Sebenernya 24 anak, maklum kakakku yang satu itu mesti telat, padahal udah di wanti wanti kalo nggak boleh dateng telat soalnya hukumannya berat banget. Tapi ya, dia tetep telat -__-

Peserta UKT paling banyak dari smasa hehehe, bangga, andai UKTnya pake almamater wkkwkw
Aku dapet nomer 16. Berharap nomer 16 adalah nomer keberuntunganku.. semoga..

Dan UKT pun dimulai..
Setelah upacara berjam jam *iki upacara opo seh cek suwine*, dilanjutkan dengan lari keliling kawasan UNEJ, yang jauhnya masa-alah. Tau kan gimana luasnya UNEJ? Wuuuuh kreteng sikilkuuu. Pas lari, aku ada di belakangnya kakak sama unyil. Capek banget memang, tapi berusaha tetep semangat, kan nyawa hidupku lagi lari di depanku, tapi jasmaniku nggak mendukung, begitu nyampe lapangan UNEJ, perasaanku nggak enak. Kakiku kok perih ya? Ah paling juga nginjek batu tadi. Tapi makin lama kok makin perih. Lariku makin lama makin lambat dan aku tertinggal jauh dari kakak. tintin sama gista nyalip..

Aku berhenti berlari, tak sanggup menahan perih di telapak kakiku. Heran, kayaknya kakiku ini lemah banget. Dan ya, kakiku berdarah. Aku memaki kakiku sendiri. Aku melanjutkan berlari mengejar kakak, unyil, gista sama tintin yang ada 15 meter di depanku. Setelah hampir dapat berlari menyamai mereka, aku berteriak, “kaaak, kakiku berdarah” lalu aku berhenti berlari dan merintih karena rasa perihnya makin terasa. Kakak menoleh ke arahku, “ngalem” ejeknya lalu dia kembali berlari..

Aku berjalan terpincang pincang bersama tiara. Tiara dengan senang hati menemaniku berjalan kaki. Dia ternyata juga kecapekan lari. Kami berdua ketinggalan rombongan yang ada di depan, tapi rombongan di belakang juga nggak kelihatan, jadi intinya kami di tengah tengah dan nggak tau jalan. Untunglah ketemu panitia yang ngarahin kami ke arah fakultas kedokteran UNEJ. Setelah pengaturan nafas, aku dan tiara masing masing membawa sebuah beton yang nantinya akan kami patahkan (beton ini keras banget, gimana caranya biar patah coba?). setelah itu kami diperintahkan kembali ke Sport hall. Dan nyaris nyasar andai nggak ada panitia yang nunjukin jalan.

Setelah semua berkumpul lagi di sport hall, acara dilanjutkan dengan pemanasan dan pendinginan. Kemudian istirahat untuk sholat ashar dan magrib. Luka di kakiku diobati dan diperban sama salah satu panitia UKT yang aku lupa namanya. Saat istirahat, aku nyaris saja tertidur saking lelahnya. Setelah selesai solat magrib, perasaanku makin nggak enak. Rasanya kaya maut bisa datang kapan saja menjemputku di tempat itu.

dan ya... acara puncak UKT dimulai..
panitia membagi kami menjadi 5-6 kelompok, tiap kelompok ada 16 anak.  Aku masuk kelompok 2. Alhamdulillah yang dari smasa anaknya banyak, jadi mau kelompok berapa aja, masih banyak temennya. Tapi tiba tiba aku dipindah ke kelompok 1. Dan kelompok satu banyak cowoknya. Masih di dominasi anak smasa emang, tapi tetep aja, masa cewek yang dari smasa di kelompok 1 cuma aku sama gista? Seng genah? Lagian kalo kelompok 1, maut rasanya makin mencekam, soalnya pasti kelompok 1 yang duluan..

kelompok 1 masuk ke dalam sport hall (Ya Allah, bantu hamba ya Allah, aku diapain habis ini). Sebelum masuk sport hall, satu persatu anak diberi penutup mata (kaaak, aku pengen pulaaaang). Di dalam ruangan, dari 16 anak, dikelompokkan lagi menjadi 4 kelompok, tiap kelompok 4 anak. Aku satu kelompok sama kakak, dovy, sama iqbal (aku cewek sendiri!). dengan mata tertutup, kami di uji dengan berbagai gerakan serangan, tangkisan dan semacamnya. Dan sialnya, aku blank! Nggak ada yang inget satupun gerakannya gimana. Karena nggak keliatan, dovy nggak sengaja nginjek kakiku yang saat itu dalam keadaan diperban (sialan! Yang perih jadi makin perih) dan kakak juga sempet kena tendang iqbal. Aku pasrah. Kami keluar ruangan sport hall dengan keadaan gobyos keringet (ya Allah, aku pasrah apapun hasilnya nanti)..

sambil menunggu giliran kelompok lain untuk masuk ke ruangan ‘pembantaian’, kami semua mendapat sarasehan dan pembinaan. Ditanya kenapa ikut MP, alasannya latiannya bolong-bolong, alasannya latiannya rajin, dikerjain sama panitianya. Yang bikin bangga, anak smasa aktif banget buat njawab pertanyaan (y)
kira kira udah jam 10 malam. Tapi tak ada tanda tanda dikasih makan dan tanda tanda aku tidur. Sepertinya memang tidak ada waktu untuk tidur -__-

WHAT? fight tengah malem gini? Uh sorooo -_- lucu sih pas liat revi vs rivi, mereka kayaknya push up bukannya fight, nggak imbang soalnya, si revi kecil tapi si rivi besar wkwkw karena ketawa tok, jadinya mereka dapet hukuman push up. Lucu juga pas liat tiara fight. Dia fightnya kaya anak kecil wkwkkw aku curiga dia masih SD :p lucu juga pas triya vs fhay. Pas fight, kalo triya jatoh, fhay nolongin, begitu juga sebaliknya, setia kawan banget wkwk. Trus tiap fhay habis nyerang, dia mesti mutar muter kaya abis balet kwkwwk. Dan aku, fight terakhir dewe. Lawan anak tanggul yang aku nggak tau namanya. Kita udah kenalan, tapi aku lupa namanya siapa. Kami berdua udah sepakat buat nggak keras keras pas fight, tapi ternyata, dia ngelanggar janjinya sendiri, dia nendang kakiku sampe biru dan itu keras banget. Karena sebel, aku tendang balik dia sampe dia jatoh dan ngaduh keras banget (rasain!).
Selesai fight, kami makan. Tapi aku nggak nafsu makan.

Udah tengah malam lah kira kira. Kami beri waktu 5 menit untuk solat isya dan yang telat dihukum ngeroll bolak balik lapangan basket. (GILEH! Mikir lah, iki kan sek ngantrine suwi, solat opo cek cepetee) di saat semua pada santai santai di malam minggu, aku malah dibantai disini uuuh, poor me!

Kami dibagi jadi 12-13 kelompok. Tiap kelompok 5-6 anak. aku kelompok 7 bareng wendy. Semua anak smasa dipencaaaar. Jahat panitianya. Ternyata kita disuruh jalan juaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuhnya masa-alah sambil bawa beton dan beton itu akan dipatahkan di pos pematahan. Apanya tak megap megap. Tengah malem gini lagi. Untungnya berkelompok nggak satu satu.

Perasaanku nggak enak waktu ditanyain siapa yang belom yakin bisa matahin beton. Aku angkat tangan. Aku memang masih takut. Sangat. Ragu. Sangat. Dan iya, begitu di pos pematahan, dengan tenaga yang terkuras habis gara gara jalan jauh sambil bawa beton, dan ngeliat mukanya mas Haidar, yang biasanya ganteng dan murah senyum jadi horror. Aku ngeBLANK. Dan ya, betonku nggak patah dan hanya mengeluarkan bunyi BUUUUUM (tapi aku nggak pengen bunyi ‘buum’nya, aku pnginnya beton di depanku ini patah). Down udah. Aku gagal. Beton nggak patah, eh tanganku yang bengkak. Karena di kelompokku ada 3 anak yang nggak patah betonnya, kami dihukum sit up 20 kali di kubangan air. Luka di kakiku memberontak (sialan panitiane iki).

Aku nggak kuat lagi. Begitu jalan nyampe depannya SSC, aku langsung roboh di tengah jalan. Kaki rasanya lumpuh. Aku nggak kuat jalan lagi. Akhirnya wendy nyuruh kelompokku buat istirahat dulu, si wendy takut aku semaput di tengah jalan. 5 menit, aku masih merem.. 10 menit, aku juga masih susah mbuka mata.. 15 menit, aku mencoba bangun dan melanjutkan perjalanan.

Begitu udah nyampe sport hall kira kira jam 4.30 pagi, ternyata kita udah disambut sama pos pematahan kedua. Tegel lapis 3! Tanganku udah nggak kuat lagi. Tanganku bengkak, aku nggak bakal bisa matahin. Apalagi ngeliat muka horrornya mas cahyo, adek wes ngeBLANK lagi. Lupa nggak kejang, dan ya, tanganku makin bengkak dan nggak patah satupun (aku nggak lulus, iyawes, aku pasrah)

Bajuku kotor sama basah semua gara gara kubangan air sialan tadi. Ternyata nggak cuma bajuku, tapi semua bajunya anak anak juga basah. Aku bareng fhay ke masjid UNEJ. Kami nggak ngeliat tanda tanda anak smasa dan anak anak lain di sekitar sport hall. Di masjid, aku ketemu sama anak anak. Aku ganti baju dan mandi, lalu solat subuh. Nggak sengaja aku nendang betisku sendiri, dan rasanya kaya kena palu (uuh, kakiku biru semua ternyata)

Kami kembali ke sport hall. Dan aku melihat kakak baru saja datang.
“baru dateng kak?”
“iya dek”
“genti baju sana”
“iya ini mau ke masjid. Kamu gimana tadi?”
“gagal. Nggak ada yang patah”
“nggak papa, paleng nggak lulus”
“jahat” <- mulai menitikkan airmata
“heh dek, jangan nanges disini, malu”
“liatlah tanganku, bengkak”
“sini liat. Kok bisa bengkak gini?”
“aku nggak kejang pas matahin tadi”
“goblok kamu dek”
“aku ngeblank kak” <- nangis
“yawes yawes, cup cup, nggak usah nanges, nggak papa dek, tadi lo juga ada yang nggak patah”
“aku nggak patah semua kak”
“nggak papa dek, wes aku ke masjid dulu ya, kamu ke dalem sana bek anak anak”

Matahari sudah mulai menyingsing. Anak anak melepas lelah. aku sama dovy tidur di tasku. Di sampingku kakak. di sampingnya dovy ada erison. Di depannya erison ada bayu. Semua tidur tiduran kaya pindang. (Ah whatever kaya pindang, kaya paus, yang jelas gue capek). Sebenernya aku mau tidur, tapi kakak ngajak ngomong melulu, nggak tidur tidur jadinya. Pas udah giliran mau kesirep beneran, eh kami semua disuruh bangun. Agak kesusahan juga mbangunin si dovy.

“beton tegel nggak patah eh malah tangan yang bengkak”
“udah tangan bengkak, kaki bengkak sama biru biru, beton tegel gak patah, kaki luka, nggak lulus UKT lagi”
“uh jahaaaaaaaaaaaat kakak iniii”
“ha ha ha”

Kami berkelompok seperti semalam lalu disuruh menjual minimal 1 bungkus susu kedele yang harganya 55ribu dalam 2 jam. Dan bagi kelompok yang nggak bisa njual, bakal kena hukum mbayar 5ribu tiap anak. (sekarang hari minggu dan masih jam 6 sekarang, harga juga mahal! MANA ADA YANG MAU BELI SEMAHAL ITU?) lagian aku juga kesulitan jalan gara gara kaki luka dan tenyata telapak kakiku yang satunya bengkak. Uh. Akhirnya dengan ideku, untuk nelpon ayah ibu kakek nenek kakak adek om tante biar beli susu kedelenya, kelompokku bisa menjual 3 bungkus yee.

Setelah 2 jam berjalan, kami akhirnya kembali ke sport hall untuk menyerahkan hasil penjualan. Aku nggak nyimak sama sekali. Aku tidur dalam duduk. Sok sok’an nunduk, tapi aku tidur. Ternyata nggak cuma aku, banyak yang gitu wkwkw. Tapi kakak enggak, dia ternyata lagi debat sama jin tomang (ketua cabang MP jember yang gendut dan pake baju ijo) yang malakin 5ribu tiap anak. Ah meskipun kakak kalah omong gara gara anak smasa nggak ada yang ndukung dia (jelas, wong yang lain tidur), tapi dia keren berani protes kwkw :)

Setelah upacara penutupan dan makan pagi. Kami pulang. Aku sama kakak sama sama dijemput. Kami jalan berdua ke depan. Sempet diliat sama pandangan curiga sama elia. Tapi kita berdua nggak peduli. Berbagi pikiran sama curhat curhat soal UKT hari ini..

“UKTnya seru oey, sayang ada jin tomang yang malakin duit”

jenuh


Dan sepertinya, bintang mulai redup dan akan mati. Perlahan lahan makin jauh dan tak terlihat. Atau mungkin kau terlalu picik untuk melihat dan menyadari betapa bintang sangat menginginkanmu? Tak mampukah kau merasakan betapa bintang ingin selalu menerangi gelap malammu? Kau sadar tidak? Tentu saja tidak :)

Tapi kini, bintang telah menitipkan cahaya terbaiknya yang ia miliki kepada sang bulan. Mungkin saat ini, kau memang telah memilih bulan ketimbang bintang asing yang bahkan kau tidak mengenalnya. Logikanya, bintang itu jauuuh beribu ribu juta tahun cahaya dan bulan, mungkin hanya sekali melesat dengan pesawat luar angkasa. Semudah itu dan kau akan menapakkan kakimu di permukaan bulan. Bulan itu dekat, dan kau bahkan bisa melihat secara langsung bentuk dan kawah di permukaannya.

Ah sudahlah~
Kurasa bintang sudah mulai jenuh dan memutuskan untuk segera pergi. #ujungujungnya galau

Bulan, titip dia ya.. terangi malamnya, bahagiakan dia dan jangan pernah kau sakiti hatinya.. :)