Jumat, 20 Desember 2013

DI ANTARA MIMPI DAN PERSIMPANGAN


You may say I’m a dreamer, but I’m not the only one.

Bicara soal mimpi, aku rasa semua orang ya pasti punya mimpi. Dari mimpi yang paling sepele sampe mimpi yang digapaipun rasanya nggak bakal mungkin kesampean. Aku inget, dulu, aku pernah debat sama seseorang, kalo nggak salah sih itu udah 2 tahun yang lalu, waktu aku kelas 1 SMA. Perdebatan antara seorang pemimpi yang idealis dan seorang pemimpi yang realistis. Aku udah lupa gimana endingnya, pokok seingetku, aku sama dia sama-sama nggak mau ngalah, sama-sama keras kepala dan ujungnya kita kembali kepada kepercayaan masing-masing soal mimpi itu sendiri. Baru sadar sekarang kalo debat tiada ujung kaya gitu bener-bener buang-buang waktu.

Mimpimu ya mimpimu. Mimpiku ya mimpiku. Dan apapun itu, kamu sama sekali nggak berhak buat ngelarang aku bermimpi. Silahkan aja ketawain mimpiku. Silahkan aja remehkan mimpiku. Tapi lihat nanti, aku pasti bakal ngebungkam mulutmu itu waktu aku berhasil ngerealisasikan mimpiku. That’s called sweet revenge. Kalo kata Rangga, ini namanya balas dendam. Balas dendam yang positif.

Terlepas dari aku yang miss sleepyhead dan selalu dihiasi bunga tidur yang aneh-aneh nan imajinatif. Nggak tau kenapa tiba-tiba pengen ngebahas soal mimpi (bahasannya rada sotoy sedikit, yaaah namanya juga asumsi pribadi). Mungkin karena sekarang udah bulan Desember, yang mengingatkan kalo tahun 2014 sudah tinggal hitungan hari, dan..............SNMPTN 2014 sudah di depan mata. kuampret, ini nggarai galau.

Kalo ditanya mimpiku apa...... aku mungkin bingung njawabnya. Bukan karena nggak punya mimpi. Tapi karena aku punya begitu banyak mimpi sampe aku bingung sendiri mau nyebutinnya dari ujung yang mana dulu. Aku bermimpi aku punya pintu kemana sajanya doraemon, biar aku bisa pergi kemanapun tanpa ngabisin bensin seliterpun. Aku bermimpi menjadi putri dan Rangga menjadi pangerannya, kemudian kita hidup bahagia selamanya seperti di dalam dongeng-dongeng pengantar tidur. Aku bermimpi negara ini bebas dari korupsi dan kemiskinan.