Minggu, 11 Januari 2015

enam bulan di Jogja


Enam bulan sudah menyandang status mahasiswa, menjadi perantau di kota orang. Enam bulan sudah menjadi anak-yang-berusaha-hemat walaupun sepertinya belum bisa dibilang berhasil.  Enam bulan sudah aku belajar menerima Jogja dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Enam bulan ini aku menyadari apapun ada di Jogja. Kamu butuh apa? Segalanya tersedia disini. itulah mengapa aku telah mencintai kota ini sejak sebelum aku menginjakkan kaki disini.

Rasanya menjadi mahasiswa dari salah satu universitas terbaik di negeri ini itu nggak mudah. Seolah ada puluhan ribu ton harapan yang dibebankan di pundakmu. Memang sih, ada kebanggaan tersendiri, ketika kamu berjalan dengan membawa identitas kampusmu. Dengan almamater. Dengan korsa. Dengan jaket. Ataupun hanya dengan kaos berlambangkan Universitas Gadjah Mada. Rasanya seolah berasal dari keturunan ningrat. Seperti derajatmu menjadi sedikit lebih tinggi. Terlepas dari kesan sombong atau apa, tapi rasanya seperti kamu bukan anak yang biasa-biasa saja, rasanya luar biasa. serius. dan aku sendiri masih merinding, ketika melihat tulisan Universitas Gadjah Mada di portal utama UGM. Betapa gagahnya Grha Sabha Pramana dengan berlatar belakang gunung Merapi. Masih nggak bisa percaya aja kalo ternyata aku sudah resmi menjadi mahasiswa kampus kerakyatan ini sudah sejak enam bulan yang lalu. Masih ngerasa kalo semuanya mimpi...