Minggu, 22 Maret 2015

okay, then?

“kamu punya keinginan kuliah ke luar negeri nggak sih, nad?”
“hm? Ya iyalah. Siapa coba sih yang nggak pingin bisa ngelanjutin kuliah di luar negeri?”
“tapi tak lihat kamu kok kayaknya biasa-biasa aja gini, kaya nggak punya keinginan kayak gitu”
“nah loh, kok bisa?”
“iya, ku lihat kamu ini anaknya cuma nganggep kuliah sama belajar buat formalitas doang”
“hahaha kok bisa mikir gitu?”
“ya lagian kamu kalo jalan trus ketemu bule gitu mukanya nggak ada sumringah-sumringahnya. Trus ku perhatikan kamu anaknya santai gini. Banyak mainnya. Belajar cuma kalo sempet doang..”

Agak sebel juga waktu di judge kaya begini sama orang yang bahkan belum bener-bener mengenalmu. Terus apa dengan kamu nilai aku begitu, kamu bakal lulus lebih cepat dari aku? Nggak kan? Semoga enggak deh hahahaha :))

Sabtu, 21 Maret 2015

i love you, anyway


Walaupun kamu tiap dikodein nggak peka

Walaupun kamu sering menduakan aku sama skripsimu

Walaupun kamu suka lupa sama aku kalo lagi hedon

Walaupun kamu suka nggak inget kalo punya pacar kalo udah main brave frontier

Walaupun kamu nggak ganteng

Walaupun kamu suka nyuekin aku kalo udah keasikan sama temenmu

Walaupun kamu nggak jago main gitar

Walaupun kamu nggak jago gambar

Walaupun kamu kalo ngelucu garing

Walaupun kamu kalo udah jalan ke mall suka hebring sendiri

Walaupun kamu suka ribet sendiri udah kek anak cewek

Walaupun kamu sukanya makan manis berlemak sampe perutnya punya naga

Kamis, 12 Maret 2015

sugar.

"Pernah tau nad, orang yang meninggal gegara kebanyakan minum air putih atau karena kelebihan oksigen?"
"Belum nih. Emang ada po?"
"Adaa. Kamu tau kesimpulannya apa?"
"Hm? Emang apa?"
"Kalo segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik"


Buat aku, kamu itu seperti gula. Manisnya menyenangkan tapi berlebihan nggak bagus untuk tubuh. Bikin sakit diabetes salah satunya.

Sabtu, 07 Maret 2015

choose it, wisely.

“aku minta ijin ya sama kamu. Minta pengertiannya. Seandainya nanti di Jogja mungkin kamu merasa dinomerduakan kalo aku lagi sama skripsiku. Bukan berarti kamu nggak penting, tapi skripsi ini juga jadi tanggung jawabku. Tapi jangan jadikan skripsiku ini alasan buat kamu nahan diri buat nggak ketemu aku.”

Nggak ada yang namanya nggak punya waktu. Nggak ada yang namanya lupa. Nggak ada yang namanya nggak sempet. Nggak ada yang namanya sibuk. Semua itu tergantung akan bagaimana kamu mengatur urutan prioritasmu. Dan ketika kamu diletakkan pada urutan kedua dalam daftar prioritas seseorang, tidak berarti karena kamu tidak penting. Tapi karena ada hal lain yang sifatnya lebih mendesak untuk segera direalisasikan sehingga harus diletakkan pada urutan prioritas nomer satu di dalam daftarnya. Seperti itulah kenyataannya, seperti itulah fakta dan kebenarannya. Tetapi terkadang sebagaimana sifat dasar manusia, masih saja muncul pikiran-pikiran bahwa dirinya tidak begitu penting sehingga harus diletakkan di nomer kesekian dalam daftar prioritas seseorang. Kemudian muncullah rasa-rasa canggung, rasa-rasa kecil hati, rasa-rasa yang semuanya muncul dari pikiran negatif seorang manusia.