Selasa, 29 September 2015

itu aja.


pernah? bangun tidur dengan perasaan hampa, kosong, linglung butuh pegangan dan yang pingin kamu lakuin cuma ketemu sama seseorang, atau setidaknya mendengar suaranya, menyemangatimu, mungkin? jadi apa pernah? kalau aku, sering. sering bangun tidur dengan perasaan seperti itu, dan tidak ada yang ingin dilakukan selain tetap tinggal di tempat tidur, masa bodoh dengan kelas pagi.


perasaan itu, rasa sakitnya nyata.
aku bingung harus menceritakannya dari sisi mana terlebih dahulu.

berusaha buat ngga dirasakan dan tetep menjalani aktivitas seperti biasa itu ya rasanya penuh kebohongan. mau sampai kapan pura-pura bahagia? bahkan ketika aku ingin bercerita ujungnya selalu seperti ini, mengeluh mengeluh mengeluh terus saja mengeluh sampai manusia bisa tinggal di planet pluto.


aku cuma......... merasa ngga dihargai.
itu aja.





Minggu, 20 September 2015

go back sleep


tidur.
kalo dimasukkan ke dalam skala kebutuhan manusia, rasanya tidur ini bolehlah buat menempati kelompok kebutuhan primer manusia. bukan cuma manusia sih sepertinya, bahkan hewan pun butuh tidur. kita semua butuh tidur. betapa pentingnya tidur, sampai mereka yang secara kurang beruntung tidak bisa tidur dengan baik bisa stress dan mengonsumsi obat tidur agar dapat tidur dengan baik. sudah banyak artikel-artikel kesehatan yang mengatakan bahaya dari kurang tidur. walaupun sebenarnya kelebihan jam tidur juga tidak baik bagi kesehatan, tetapi yang lebih digaris-bawahi adalah kurang tidur.

normalnya kita tidur karena mengantuk, atau ketika kita lelah sehabis beraktifitas, atau ketika kita sakit dan diharuskan berinstirahat. tidur itu mengistirahatkan badan, karena kita tidak bisa selamanya beraktifitas tanpa istirahat. manusia punya batasan. manusia bukan robot. ah, bahkan robotpun bisa korslet jika terus menerus bekerja.

Minggu, 13 September 2015

biarkan ditiup angin


Kemaren baru kelar gathering IKPMJ 2015 di Asrama Putra Jember. Bertemu wajah-wajah baru, nama-nama baru, wajah lama yang baru, dan wajah lama yang akan terasa selalu baru. Klise ketika aku bilang waktu telah berlari dengan sangat cepat bahkan tanpa disadari. Tidak terasa seperti udara yang sedang kamu hirup saat ini. Tiba-tiba saja sekarang kamu sudah berumur 19 tetap dengan ketidaktahuan dan kepolosan yang walau agak sedikit kontam oleh lingkungan sekitarmu. Tiba-tiba saja sudah satu tahun berlalu dan kamu bukan lagi seorang mahasiswa baru yang dipenuhi dengan euforia menggebu-gebu saat pertama kali memakai jas almamater kampus idamanmu. 

Waktu terus berlalu.
Tapi aku berharap kamu dan semua yang ada di sekitarku ada selalu sama.









Selasa, 01 September 2015

please, tez.


sudah lama ngga nulis,
jadi,
cuma pengen sedikit cerita.



"Belajar bilang langsung, aku ngga bakal tau kalo kamu nda bilang,"


setiap manusia punya pemikirannya tersendiri akan suatu hal. tapi ngga semua bakal mau cerita, ngga semua ingin menceritakan apa yang dia pikirin. tapi beberapa ngga bisa kalo cuma diem dan berpura-pura semuanya baik-baik aja. aku ngga tau aku termasuk tipe orang yang mana, yang akan diam atau yang akan selalu cerita, atau mungkin aku bagian dari keduanya. tetapi satu hal yang aku tau, aku nggak akan selalu bisa diam, tapi aku ngga bisa selalu cerita. rasa nyaman, adalah kriteria minimum buat aku supaya bisa cerita apa yang aku rasain ke orang lain. mungkin aku biasa cerita lewat tulisan, atau mungkin ngga terbiasa cerita secara langsung, tapi kamu selalu bilang kalo aku harus belajar mengutarakan apa yang aku rasain secara langsung.

banyak yang pingin aku ceritain. begitu banyak sampai aku ngga tau dari ujung mana dulu aku harus mulai. ada banyak yang aku rasain, begitu banyak sampai aku ngga tau dengan jelas rasa apa yang sebenernya ingin aku ceritakan. tapi ngga tau kenapa, aku ngerasa semua yang aku ceritakan itu justru jatuhnya seperti sedang terus menerus mengeluh. padahal....mungkin iya, tapi ngga sepenuhnya. ah, aku kan cuma pingin cerita apa yang aku rasain.....

kamu selalu bilang kalo kamu bukan pembaca pikiran, kamu ngga bisa langsung tau ngga bisa langsung paham apa yang aku rasain apa yang  aku pikirin. karena aku sendiripun masih sering ngga paham apa yang aku rasain, masa orang lain akan langsung paham apa yang bahkan aku masih belajar memahaminya.