Rabu, 12 Oktober 2016

dunia ini semakin kejam, ya.

23:23 WIB. 11 Oktober 2016.
Malam ini kelopak mataku menolak untuk menutup.
Otakku terus menerus bekerja. Berpikir.

Beberapa jam yang lalu, aku berniat membantu sepasang suami istri untuk mencari sebuah alamat. Mereka berdua terlihat sangat kebingungan dan aku kasihan. Mereka butuh pertolongan dan aku berusaha membantu. Tetapi ternyata kebaikanku ternyata disalahgunakan. “Alamatnya ada di handphone, tapi handphone saya mati, boleh pinjam handphone adek untuk menelpon? Ada pulsanya?” “oh iya, ada, baru kemaren ditransfer 50rb sama ibu di rumah” “nanti pulsanya saya ganti” “oh ndapapa, nda usah” “maaf ya merepotkan, dek”. Mereka berdua naik sepeda motor, sedangkan aku disuruh berjalan karena tidak mungkin kita bertiga berboncengan. Kemudian di persimpangan jalan, mereka hilang tanpa jejak.

Senin, 12 September 2016

andai aku cantik, ya.


Sebelum aku benar-benar menuangkan isi pikiranku dalam tulisan ini. Aku berharap apa yang aku pikirkan hanyalah perasaanku semata. Semata-mata perasaan hanya karena pemikiran aneh dan semoga tidak benar-benar terjadi seperti apa yang aku pikirkan. Tapi pikiran ini cukup menggangguku. Dan kamu, tidak, tidak hanya kamu, tapi kalian semua yang membaca tulisan ini harus tau apa saja yang menggangguku.

Andai aku cantik.
Bukan. Ini bukan karena aku tidak mensyukuri apa yang sudah Allah berikan padaku. Tapi pemikiran “andai aku cantik” ini terus-menerus memenuhi pikiranku dan mulai terasa mengganggu.

Senin, 25 Juli 2016

kembali pulang


Setiap kali akan kembali lagi ke Jogja.
Entah kenapa selalu berpikir begini.


Kenapa aku harus kembali kesana ketika disini aku bisa makan tiga kali sehari tanpa mengeluarkan biaya, tanpa perlu berpikir habis ini makan apa, tanpa perlu berpikir saldo di atm tinggal berapa. Kenapa aku harus kembali kesana ketika disini bisa mandi air panas setiap hari, tanpa perlu mengantri lama. Kenapa aku harus kembali kesana ketika disini aku memiliki kamar yang luas, tempat tidur yang lebar. Kenapa aku harus kembali kesana ketika disini mesin bisa membantu mencuci pakaian kotorku, televisi yang bisa ditonton kapan saja. Kenapa aku harus kembali kesana ketika disana aku akan tetap sendirian.

Tapi aku harus kembali kesana.

Minggu, 17 Juli 2016

mulutmu, harimaumu.


Suatu hari, ada seorang anak yang sangat periang. Dia mengikuti berbagai macam perlombaan lari dan memenangkan banyak penghargaan. Semua orang menghargainya karena prestasinya tersebut.

Semuanya indah dan baik-baik saja hingga suatu hari dia mengalami kecelakaan yang menyebabkan kedua kakinya lumpuh. Dokter hanya mengatakan sementara. Tapi entah kelumpuhan itu untuk berapa lama. Dia sedih sekali. Setiap hari dia menangisi waktu-waktu terbaik saat dia menerima trophy penghargaan dan mendengar sanjungan-sanjungan dari banyak orang. Setiap hari dia menangisi membayangkan hari-hari yang harus dia lalui dengan kondisinya sekarang ini.

Awalnya, banyak orang yang memberinya semangat, memberinya dukungan agar tidak menyerah dan terus menjalankan hidup dengan baik, walaupun itu harus dengan kursi roda. Hanya sementara, begitu kata mereka menyemangati.

Sabtu, 09 Juli 2016

rasanya tidak sebercanda itu.

Perasaan tidak bisa dianggap sebercanda itu. Persoalan hati tidak bisa dianggap segampang itu.

Berapa lama kenal sama aku? Apakah belum juga paham betapa sensitifnya perasaanku. Bahkan untuk lelucon-lelucon sederhana yang dianggap biasa saja.

Sabtu, 18 Juni 2016

asing.


Tempat ini tidak lagi nyaman tanpa kamu, sepertinya.
Semuanya berubah.
Tempat ini jadi terasa menyesakkan.
Iya, tempat ini.
Yang selalu aku anggap tempatku pulang.
Yang selalu aku anggap tempatku berlari dari kenyataan.
Yang selalu aku anggap rumah kedua.
Kenapa aku seperti tidak ada artinya?
Kenapa sekarang semua terasa sangat asing?
Kenapa aku merasa semua berbeda semenjak kamu pergi?

Senin, 13 Juni 2016

segeralah kita sekota



Bicara tentang jarak. Terkadang hidup memang membutuhkan jarak.

Terkadang kita manusia juga memang butuh jarak. Supaya kita menyadari betapa pentingnya kehadiran seseorang di dalam hidup kita. Supaya kita lebih menghargai apa-apa yang kita punyai agar tidak selalu menuntut apa-apa yang tidak kita punyai. Jarak akan membuatmu lega ketika sedang terbakar amarah. Jarak akan membuatmu tenang, ketika sedang membutuhkan waktu untuk berpikir lebih jernih. Jarak memaksa kita untuk lebih mandiri.

Bahkan pada setiap kata terdapat jarak agar dapat dengan mudah dibaca.

Senin, 02 Mei 2016

aksi 2 Mei


Hari ini hari pendidikan.
Terkait pembohongan publik yang dilakukan bunda rektor tercinta mengenai pesta rakyat gadjah mada benar-benar membuat kecewa.


Hari ini hari pendidikan.
Ratusan tenaga pendidik dan karyawan ugm aku lihat baru selesai mengadakan upacara di depan balairung. Mereka mengenakan pakaian putih hitam, terlihat sangat berpendidikan. Hari ini aku juga memakai baju putih hitam. Kebetulan yang menyesakkan.


Minggu, 20 Maret 2016

ngga well.


Beberapa hari ini badan kayanya sudah muak sama yang punya. Sudah muak dan protes terus setiap hari. Biasanya kalo diajak hidup nelongso mau-mau aja dan ngga menunjukkan perlawanan, tapi sekarang udah mulai pemberontakan.

badan seriusan lagi minta break dan asupan nutrisi, baik makanan maupun kasih sayang.

Cukup diakui aku lebih mengutamakan penghematan karena kasihan sama Ayah supaya ngga selalu kirim duit. Biar jatah sebulan bisa untuk satu setengah bulan, atau digenepin dua bulan. Atau uang makan ditekan biar bisa nutupin keperluan kuliah sama buat piknik biar ngga stress. Cukup diakui aku keras sama badanku sendiri. Pagi hampir selalu ngga sarapan dan baru makan ketika sudah masuk tengah hari. Itupun seringnya bukan nasi tapi gorengan atau semacamnya dengan alasan ngirit mau ngeman-ngeman duit. Kadang juga pagi beli makan tapi makannya tetep dimakan tengah hari dan sorenya beli gorengan. Atau hanya makan sekali sehari. Atau bahkan seharian ngga makan. Atau mungkin kalo lagi baik, makan sehari dua kali atau lebih dan itu biasanya kalo lagi sama masafin atau anak-anak IKMPJ lainnya.

Kamis, 03 Maret 2016

cukup dengan terimakasih.


Kadang ya agak hm gimana gitu kalo ngelakuin sesuatu, atau menyatakan sesuatu, atau memberikan sesuatu tapi ngga diapresiasi. Kaya ngga dihargai, kaya apa yang dilakuin itu ngga berguna, sia-sia.

Kalo lomba, yang menang dapet trophy. Difoto dipamerin dipajang. Yang kalah masih dapet sertifikat, masih diakui kalo dia ikut memeriahkan lomba, walau cuma sebatas peserta.

Jumat, 26 Februari 2016

jangan jadi annoying


Katanya ngga boleh ngegantungin kebahagiaan kita sama orang lain. Karena emang bahagia harusnya kita sendiri yang nyiptain. Mau milih bahagia atau bermuram durja juga murni pilihan kita sendiri.

Aku ngga peduli gimana kamu sama dia. Kamu bilang kamu udah diminta langsung buat jadi mantu sama orang tuanya juga aku ngga peduli. Kamu bilang kamu selalu diajakin kumpul sama keluarganya atau dia selalu diajakin kumpul keluargamu aku juga ngga peduli. Kamu sama dia saling panggil kakak adek kaya orangtua kalian juga aku seriusan ngga peduli.



Minggu, 14 Februari 2016

faint.


Here we go again, Yogyakarta.

Terkadang waktu yang paling baik untuk menulis adalah ketika banyak hal mulai satu per satu berkecamuk dan mengganggu pikiranmu. Membuat semua yang sebenarnya sederhana mulai terlihat rumit. Membuat yang sebenarnya bisa selesai dengan mudah, justru menjadi semakin tidak berujung.


Aku ingin bercerita tapi bagaimana? Harus dimulai darimana?


Aku ingin bercerita tapi apa kamu mau duduk disini dan mendengarkannya?





Sabtu, 23 Januari 2016

i trust you.


"You don't trust me?", you asked.

I never told you before, but I have always trusted you. I did, I do and I always will. I trust you more than I trust myself. Cause sometimes the problem isn't about you not trusting the others, but you can't trust yourself. And it happened to me.

This isn’t about you. This is about me. I said, it’s so hard to keep myself think positively when negative things always coming around. No matter how other people try to make you feel better and forget about those things, I just can’t make up my own mind.

Call me stupid and moron.
Cause I'm pessimistic.
I'm afraid of myself rather than I'm afraid of anything. I'm afraid I can't make people around me proud if they have me. I'm afraid if you think I'm not good enough for you. I couldn't understood what I felt what I thought. no, not ever once.