Laman

Senin, 12 Maret 2018

part time worker.

Di akhir semester ini, aku cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dengan tidur dan tidur. Sungguh sangat tidak bermanfaat, ya?

Sebenarnya banyak yang harus dilakukan, seperti penelitian, laporan KL dan seminar kelas. Tapi malas. Yaaa dipupuk saja terus itu malasmu, Nad.

Tidak, tidak. Aku tidak sepenuhnya malas kok. Karena seperti yang telah aku ceritakan di beberapa tulisan sebelumnya, aku sudah mengerjakan draf seminar kelas secara bertahap. Laporan KL pun sudah aku serahkan pada dosen pembimbing. Hanya penelitianku saja yang sudah seperti senam poco-poco: maju satu langkah mundur dua langkah. Tapi Allah memang Maha Baik, draf seminar kelas sudah aku rampungkan dengan bantuan Kipran dan kompor dari Fakhri. Bahkan sudah kuserahkan pada komisi akademik departemen minggu kemaren dan sudah mendapatkan dosen pembimbing. Walaupun perkiraanku tentang siapa dosen yang akan membimbing seminarku agak meleset. Dosen yang terpilih agak failed, tapi ya nggak apa-apa. Anggaplah tantangan.

Jadi pada intinya, aku tinggal menunggu revisian dari dosen pembimbing KL dan dosen pembimbing seminar kelas saja.



Selagi menunggu kepastian benih rumput mahal yang datang dari Jepang, aku akhirnya memutuskan untuk mengisi waktu dengan menjadi pekerja paruh waktu di sebuah rumah makan yang anak kos banget di daerah Pandega Martha, Jakal. Lumayan, biar jadi lebih sibuk dan ya, menghasilkan uang.

Being a part time worker isn’t easy. Aku harus merelakan waktu yang harusnya bisa aku manfaatkan untuk penelitian atau bimbingan dengan dosen untuk bekerja. Di saat teman-temanku yang lain sedang di lab, sedang proyekan, atau sedang mengerjakan sesuatu berkaitan dengan skripsinya, aku justru sedang mencuci belasan gelas, mengepel lantai, mengantarkan pesanan…


Seru memang, tapi capek.
Terutama ketika peak time-nya jam makan. Jadi crowded banget, penuh, rame. Dan iya, capek  pake banget.


Tiap ditanya kuliahnya dimana, dan aku jawab UGM, mereka kaya menunjukkan ekspresi kagum banget gitu ke aku hanya karena aku anak UGM (yang menurut mereka anaknya pinter-pinter) yang kuliahnya nyambi kerja. Padahal ada banyak anak-anak UGM di luar sana yang seperti aku.

Ini pertama kalinya aku bekerja part time. Mungkin beberapa kali aku pernah menjadi freelancer tapi itu hanya untuk kisaran waktu tertentu saja, tidak terjadwal pada jam-jam tertentu seperti part time ini. Selama bekerja, waktuku mengekspresikan diri menjadi terbatas, atau lebih tepatnya aku yang membatasi diri untuk mengekspresikan diriku. Aku jadi anak lebih banyak diam, tertawa ketika memang ada yang harus ditertawakan, berbicara ketika memang ada hal yang harus dibicarakan.


Ketika bekerja, aku bukan anak petakilan yang over ekspresi seperti biasanya. Aku berbeda.



Disini aku belajar bekerja secara professional. Aku belajar bekerja dengan tim. Aku belajar pembagian tugas dan kapan kita harus menjadi back up partner kerja kita. Disini aku melihat bahwa tekanan bisa mengubah sifat seseorang.

Dan ini menjadi yang terpenting.

Karena beberapa orang yang setim denganku, ketika jam kerja belum dimulai, mereka bersikap manis, ramah, sopan sekali. Tapi begitu jam kerja dimulai, gila, jadi berubah 180 derajat sikapnya. Jadi nyebelin, jadi suka merintah, jadi suka sok ngebos. Dan sebagai anak baru, aku disuruh apapun ya manut.

Pernah aku disuruh menyapu bagian depan rumah makan oleh si X. Ketika aku sedang menyapu, belum ada setengah jalan, si Y menyuruhku melakukan hal lain, si Z menyuruh melakukan hal lain lagi. Lah? Ketika aku mengerjakan hal yang disuruh si Z, si X bilang, “yang aku suruh kok nggak kamu selesain?”. Njir, tangan gue cuman dua, dasar sobekan micin.

Terhitung sudah dua minggu aku menjadi pekerja part time di tempat tersebut. Sampe bosen karena tiap hari makan ayam dan minum susu, karena itu menu utama yang mereka tawarkan. Pulang-pulang badan bau campuran ayam-arang-keringat. Gapapa, itu bau perjuangan: nyari uang susah.

Sekarang sedang membagi waktu untuk bimbingan dan bekerja. Kata Ayah, yang penting kerjanya nggak boleh sampe mengganggu kuliah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar